sistem-penilaian-nordic-combined-penentu-urutan-start

Sistem Penilaian Nordic Combined Penentu Urutan Start. Nordic combined adalah olahraga musim dingin yang menggabungkan lompat ski dan ski lintas alam, dengan sistem penilaian unik yang menentukan urutan start di bagian lintas alam. Sistem ini dikenal sebagai metode Gundersen, dinamai dari pelatih Norwegia Gunder Gundersen yang mengusulkannya pada 1980-an. Lompat ski dilakukan lebih dulu untuk menghitung poin, lalu dikonversi menjadi selisih waktu start di race lintas alam. Atlet dengan poin lompat tertinggi start duluan, membuat bagian pursuit jadi lebih dramatis dan adil. BERITA TERKINI

Cara Penilaian Lompat Ski: Sistem Penilaian Nordic Combined Penentu Urutan Start

Penilaian lompat ski jadi dasar utama. Atlet melakukan satu atau dua lompatan di normal hill (HS 106-109) atau large hill (HS 130-140), tergantung nomor. Poin terdiri dari dua komponen: jarak dan gaya. Jarak dihitung dari titik K-line (construction point) bukit, dengan tambahan sekitar 2 poin per meter di normal hill atau 1,8 poin di large hill untuk lompatan lebih jauh. Nilai gaya diberikan lima juri (maksimal 20 poin per juri), dikurangi kesalahan seperti ketidakstabilan atau jatuh. Faktor angin dan gate (posisi start) juga disesuaikan untuk keadilan. Atlet dengan total poin tertinggi dapat handicap waktu paling kecil di lintas alam.

Konversi Poin ke Selisih Waktu: Sistem Penilaian Nordic Combined Penentu Urutan Start

Metode Gundersen mengubah poin lompat menjadi detik waktu. Rasio standar adalah 1 poin = 4 detik di nomor individu 10 km, atau 1 poin = 1,33 detik per leg di relay. Misalnya, atlet dengan 120 poin start duluan, sementara yang 110 poin start 40 detik kemudian. Sistem ini membuat lompat ski tetap krusial—lompatan bagus beri keunggulan besar—tapi lintas alam beri kesempatan comeback. Di nomor beregu, poin tim dijumlahkan untuk satu selisih waktu start. Perubahan rasio pernah terjadi, seperti dari 5 detik per poin jadi 4 detik pada 2008 untuk lebih seimbang.

Dampak terhadap Strategi Race

Sistem ini ciptakan dinamika unik: atlet unggul lompat fokus bertahan, sementara yang lebih kuat lintas alam berusaha kejar ketertinggalan. Pursuit format membuat race lebih menarik bagi penonton, karena posisi berubah terus hingga finis. Atlet seperti Jarl Magnus Riiber dari Norwegia sering dominan karena kuat di kedua disiplin, tapi comeback dramatis juga sering terjadi. Strategi termasuk pacing hemat energi di awal bagi chaser, atau kerja sama taktis di relay. Sistem ini pastikan pemenang benar-benar atlet paling serba bisa.

Kesimpulan

Sistem penilaian nordic combined dengan metode Gundersen jadi penentu urutan start yang adil dan menegangkan, menggabungkan keberanian lompat ski dengan ketahanan lintas alam. Dari konversi poin sederhana ke detik waktu, mekanisme ini ciptakan kompetisi holistik yang sulit diprediksi. Meski dominasi Norwegia sering terlihat, sistem ini beri peluang bagi atlet spesialis untuk bersinar. Di masa depan, penyesuaian mungkin diperlukan untuk inklusi nomor putri atau variasi jarak, tapi inti Gundersen tetap jadi jantung olahraga ini, membuat setiap race penuh strategi dan drama.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *