Kesalahan Umum Pemain Pemula saat Bermain Padel. Padel semakin digemari di berbagai kalangan hingga awal 2026, tapi bagi pemain pemula, olahraga raket ini sering kali terasa menantang karena kombinasi antara teknik tenis dan pantulan dinding yang khas. Banyak yang baru pertama kali mencoba langsung terjebak pada kesalahan umum yang sebenarnya bisa dihindari dengan pemahaman dasar. Kesalahan ini tidak hanya menghambat kemajuan, tapi juga membuat permainan kurang menyenangkan serta meningkatkan risiko cedera ringan seperti nyeri pergelangan atau bahu. Untungnya, hampir semua kesalahan pemula bersifat teknis dan bisa diperbaiki dengan cepat melalui kesadaran serta latihan sederhana. Mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan ini sejak dini membantu pemain pemula menikmati padel lebih lama, berkembang lebih cepat, serta bermain lebih efektif bersama pasangan. BERITA OLAHRAGA
Kesalahan Posisi Tubuh dan Footwork yang Buruk: Kesalahan Umum Pemain Pemula saat Bermain Padel
Salah satu kesalahan paling sering dilakukan pemula adalah berdiri terlalu tegak atau statis saat menunggu bola, sehingga footwork menjadi lambat dan sulit menjangkau bola yang memantul dari dinding. Banyak pemain pemula cenderung berdiri dengan kaki rapat atau berat badan di tumit, membuat mereka sulit bergerak cepat ke samping atau maju mundur untuk mengantisipasi pantulan. Akibatnya, bola yang seharusnya mudah dikembalikan malah terlewat atau dipukul terburu-buru dengan posisi tubuh tidak seimbang, sehingga pukulan menjadi lemah atau tidak akurat. Posisi ideal seharusnya dengan lutut sedikit ditekuk, berat badan di ujung kaki, serta siap bergerak ke segala arah seperti sikap atlet siap start. Footwork yang baik memungkinkan pemain menjaga keseimbangan saat memukul, mengurangi beban pada sendi, serta meningkatkan akurasi pukulan. Pemula sering mengabaikan hal ini karena fokus terlalu pada raket, padahal langkah kaki yang tepat adalah dasar dari segala teknik padel.
Teknik Pukulan yang Salah dan Kurang Variasi: Kesalahan Umum Pemain Pemula saat Bermain Padel
Pemula sering memukul bola terlalu keras atau terlalu datar seperti di tenis, tanpa memanfaatkan pantulan dinding, sehingga bola mudah dikembalikan lawan atau bahkan keluar lapangan. Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan forehand atau backhand dengan gerakan lengan penuh seperti ayunan tenis besar, padahal di padel pukulan lebih pendek, lebih cepat, dan lebih mengandalkan pergelangan tangan serta posisi tubuh. Banyak yang juga lupa variasi pukulan seperti lob tinggi untuk mengatur ulang posisi atau vole dekat net untuk menekan lawan, sehingga permainan menjadi monoton dan mudah dibaca. Teknik smash yang terlalu dini atau tanpa persiapan juga sering dilakukan, di mana pemain memukul terlalu keras tanpa kontrol arah, membuat bola memantul keluar atau mudah dikembalikan. Pemula perlu belajar bahwa padel lebih tentang kontrol, ketepatan, serta memanfaatkan dinding daripada kekuatan mentah, sehingga latihan fokus pada pukulan pendek serta konsisten jauh lebih penting daripada smash spektakuler di awal.
Kurang Memahami Aturan Pantulan dan Strategi Bermain
Banyak pemula tidak sepenuhnya memahami aturan pantulan dinding, seperti bola boleh memantul sekali di lantai lalu memantul di dinding sebelum dikembalikan, atau larangan memukul bola langsung setelah memantul di dinding tanpa menyentuh lantai. Kesalahan ini sering menyebabkan poin hilang sia-sia atau kebingungan saat rally. Selain itu, pemula cenderung bermain terlalu defensif atau terlalu agresif tanpa strategi, seperti terus berada di belakang tanpa maju ke net untuk vole, atau memaksa smash dari posisi buruk. Strategi dasar seperti “stay low and ready” serta komunikasi dengan pasangan sering diabaikan, sehingga permainan menjadi kacau dan mudah dikalahkan tim yang lebih terorganisir. Pemula juga sering lupa memanfaatkan dinding untuk mengatur ulang posisi atau menciptakan peluang serangan, padahal itu adalah keunggulan utama padel dibanding olahraga raket lainnya. Memahami aturan serta strategi sederhana seperti menjaga posisi di tengah lapangan serta berkomunikasi dengan pasangan bisa langsung meningkatkan performa secara signifikan.
Kesimpulan
Kesalahan umum pemain pemula di padel seperti posisi tubuh buruk, teknik pukulan salah, serta kurang memahami aturan dan strategi bisa dengan mudah diperbaiki melalui kesadaran serta latihan dasar yang konsisten. Dengan memperbaiki footwork, fokus pada kontrol daripada kekuatan, serta memanfaatkan dinding secara taktis, pemula bisa cepat merasakan kemajuan dan menikmati permainan lebih lama tanpa frustrasi. Padel adalah olahraga yang ramah pemula, tapi kesalahan kecil di awal sering membuat orang cepat menyerah. Dengan menghindari jebakan umum ini, siapa pun bisa segera merasakan keseruan padel sebagai olahraga sosial yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Yang terpenting, jangan ragu belajar dari setiap kekalahan dan tetap bermain dengan santai—kemajuan akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Selamat bermain dan nikmati setiap pantulan bola di lapangan!
